Khutbah Iduladha: Hakikat Pengorbanan di Masa Pandemi
Kemenag mengajak umat Islam, utamanya yang berada di Zona PPKM Darurat, serta zona..
Masjid Ibnu Batutah diprakarsai bersama oleh Majelis Ulama Indonesia Provinsi Bali dan BTDC (Bali Tourism Development Corporation), sebuah organisasi yang bertujuan utama menyelenggarakan tersedianya prasarana dan sarana, mengundang investor untuk membangun hotel serta mengelola dan memelihara kawasan Pariwisata Nusa Dua. Desain awal bangunan Masjid dibuat oleh Konsultan dari Jakarta yaitu PT. Chattra dan didampingi Ir. Indah Juanita, yang konsep dasarnya agar bisa mendukung bangunan Masjid YAMP agar sejajar dengan pcrmukaan jalan utama. Penggalian dana di Jakarta dilaksanakan pada bulan Ramadhan dengan mengundang beberapa pengusaha dan Jakarta dalam acara berbuka puasa bersama yang diselenggarakan di rumah dinas Menteni Paniwisata. Pengusaha pengusaha yang diundang adalah khususnya para investor, yang mempunyai investasi di dalam Kawasan Nusa Dua. Bapak Joop Ave yang bertindak sebagai pengundang dan sekaligus sebagai tuan rumah dalarn acara tersebut.Dalam acara silaturahmi berbuka puasa dan diiringi presentasi rencana pembangunan masjid, malam itu dapat mengumpulkan dana sebesar Rp.678 juta,-dana inilah kemudian yang dipakai sebagai modal dasar memulai kegiatan pembangunan masjid. Kondisi tempat masjid akan dibangun tidak rata, tanahnya bertransis dengan beda tinggi cukup besar, tanah dibagian depan lebih tinggi, semakin ke belakang semakjn rendah, kondisi tanah yang bertransis inilah kemudian yang menyebabkan bangunan masjid yang dibangun pada bagian belakang berlantai empat sedangkan pada bagian depannya berlantai dua. Ruang shalat utama terletak di lantai paling atas dan untuk bangunan shalat utama ini panitia mendapat bantuan dan Yayasan Amal Bhakti Muslim Pancasila YAMP, sesudah mendapat rekomendasi dan DPD Majelis Dakwah Islamiyah Provinsi Bali. Hal ini tentu tidak terlepas dan usaha bapak Drs. H. Wagiman Subiyarso yang kemudian dilanjutkan oleh bapak Jr. H. Maman Supratman yang harus datang ke kantor YAMP di kuningan Jakarta untuk keperluan koordinasi masalah perencanaan & pelaksanaannya. Setelah melewati beberapa kesulitan dan dinamika dalam proses perencanaan dan pclaksanaan, alhamdulillah masjid akhirnya dapat diselesaikan.Ketua Umum Dewan Pimpinan Majelis Ulama indonesia Daerah Tingkat I Bali, Bapak K.H. Habib Adnan kemudian memberi nama masjid ini dengan nama Masjid Agung Ibnu Batutah. Nama Ibnu Batutah diambil dan nama seorang ulama, seorang pujangga yang berasal dan Persia, beliau adalah seorang penyebar agama Islam, yang selama hidupnya senang mengembara berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain, beliau berdakwah, berdarmawisata, berkelana melakukan syiar agama berlayar dan satu pulau ke pulau yang lain, dan satu benua ke benua yang lain. Beliau melakukan semua itu jauh sebelum bangsa bangsa Eropa melakukan perjalanan yang sama beberapa abad kemudian. Ditambahkan kata Agung sesudah kata Masjid karena dicita-citakan pada setiap Kabupaten ada satu masjid Agung yang menjadi pendorong, penghela, dan penggerak kemajuan dan kemakmuran masjid di wilayahnya. Alhamdulillah rumah rumah ibadah di komplex Puja Mandala (Masjid, Gereja, Vihara, Gereja, dan Pura) diresmikan pemakaianya pada tanggal 22 Desemben 1997 dan dihadiri oleh Menteri Agama R.I Bapak dr. Tarmizi Thaher, gubernur Bali Prof. Dr. Ida Bagus Oka serta kalangan tokoh masyarakat dan pemuka pemuka agama di Bali.
Kemenag mengajak umat Islam, utamanya yang berada di Zona PPKM Darurat, serta zona..
Kemenag mengajak umat Islam, utamanya yang berada di Zona PPKM Darurat, serta zona..
Khutbah Pertama اَلْØÙŽÙ…ْد٠للهÙ..